Sejarah Desa Tunggara
Legenda Desa Tunggara berasal dari Kata “ Tunggu dan Ara“ yang berarti “ Tunggu” berarti Menunggu dan “Ara atau Ara-ara” berarti Padang Semak belukar berdasarkan cerita tokoh masyarakat Desa Tunggara bermakna Menungu di Padang Semak Belukar,
Sosok Pendiri Desa Tunggara dikenal dengan Nama “ Mbah Nerang Pati” yang berasal dari Keraton Mataram beliau merupakan Prajurit atau Abdi Keraton Mataram yang diutus untuk melawan pasukan Belanda yang akan menyerang Mataram, dalam melaksanakan titah atau tugas dari Raja Mataram Mbah Nerang Pati beserta Tokoh atau Kesepuhan Desa Tunggara dahulu yang dikenal oleh warga Tunggara seperti “ Mbah Wanapati, Mbah Cakrawangsa, Mbah Patraguna, Mbah Nurun, dan Banyak Tokoh Desa lainnya yang tidak dapat diingat dan diketahui Namanya“ yang bersatu mempertahankan NKRI bersama – sama melawan dan mengusir Penjajah di Wilayah Perbatasan antara Karisidenan Kedu dan Karisidenan Banyumas.
Dalam melaksanakan jejibahan agung atau titah yaitu Tugas dari Raja, Mbah Nerang Pati di Padang Semak Belukar dalam kurun waktu yang lama beliau membangun Tempat Tinggal untuk menetap, hingga seiring berjalannya waktu Mbah Nerang Pati membangun adat tradisi dan budaya diwilayah yang semula Padang Semak Belukar mejadi pemukiman yang ramai dihuni penduduk dan tinggal menetap sehingga menjadi sebuah Pemukiman atau Desa yang sekarang menjadi Desa Tunggara,
Cerita lain tentang asal usul Desa Tunggara dari Kesepuhan atau Tokoh Masyarakat Desa, Tunggara berasal dari Kata Tugu dan Nagara yang bermakna Tugu berarti Batas dan Nagara berarti Negara jadi Tunggara berarti Tugu Negara atau Batas Sebuah Negara dimana sampai saat ini wilayah Desa Tunggara terletak di Perbatasan 2 (dua) Karisedenan yaitu Karisidenan Kedu dan Karisidenan Banyumas dan berada diperbatasan Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo juga berada di 2 (dua) Karisidenan yaitu Karisidenan Kedu dan Karisidenan Banyumas,
Berdasarkan cerita beberapa tokoh masyarakat yang banyak diyakini oleh penduduk setempat Desa Tunggara berarti Nunggu nang ara - ara (bahasa Jawa/daerah) atau Menunggu di Padang Semak Belukar (bahasa Indonesia)
Pendiri Desa Tunggara dikenal dengan nama “ Mbah Nerang Pati” Namun demikian tidak ketahui tahun berapa Desa Tunggara BerdiriLegenda Desa Tunggara berasal dari Kata “ Tunggu dan Ara“ yang berarti “ Tunggu” berarti Menunggu dan “Ara atau Ara-ara” berarti Padang Semak belukar berdasarkan cerita tokoh masyarakat Desa Tunggara bermakna Menungu di Padang Semak Belukar,
Sosok Pendiri Desa Tunggara dikenal dengan Nama “ Mbah Nerang Pati” yang berasal dari Keraton Mataram beliau merupakan Prajurit atau Abdi Keraton Mataram yang diutus untuk melawan pasukan Belanda yang akan menyerang Mataram, dalam melaksanakan titah atau tugas dari Raja Mataram Mbah Nerang Pati beserta Tokoh atau Kesepuhan Desa Tunggara dahulu yang dikenal oleh warga Tunggara seperti “ Mbah Wanapati, Mbah Cakrawangsa, Mbah Patraguna, Mbah Nurun, dan Banyak Tokoh Desa lainnya yang tidak dapat diingat dan diketahui Namanya“ yang bersatu mempertahankan NKRI bersama – sama melawan dan mengusir Penjajah di Wilayah Perbatasan antara Karisidenan Kedu dan Karisidenan Banyumas,
Dalam melaksanakan jejibahan agung atau titah atau Tugas dari Raja, Mbah Nerang Pati di Padang Semak Belukar dalam kurun waktu yang lama beliau membangun Tempat Tinggal untuk menetap, hingga seiring berjalannya waktu Mbah Nerang Pati membangun adat tradisi dan budaya diwilayah yang semula Padang Semak Belukar mejadi pemukiman yang ramai dihuni penduduk dan tinggal menetap sehingga menjadi sebuah Pemukiman atau Desa yang sekarang menjadi Desa Tunggara,
Cerita lain tentang asal usul Desa Tunggara dari Kesepuhan atau Tokoh Masyarakat Desa, Tunggara berasal dari Kata Tugu dan Nagara yang bermakna Tugu berarti Batas dan Nagara berarti Negara jadi Tunggara berarti Tugu Negara atau Batas Sebuah Negara dimana sampai saat ini wilayah Desa Tunggara terletak di Perbatasan 2 (dua) Kabupaten yaitu Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo juga berada di 2 (dua) Karisidenan yaitu Karisidenan Kedu dan Karisidenan Banyumas,
Berdasarkan cerita beberapa tokoh masyarakat yang banyak diyakini oleh penduduk setempat Desa Tunggara berarti Nunggu nang ara - ara (bahasa Jawa/daerah) atau Menunggu di Padang Semak Belukar (bahasa Indonesia)
Pendiri Desa Tunggara dikenal dengan nama “ Mbah Nerang Pati” Namun demikian tidak ketahui tahun berapa Desa Tunggara Berdiri